Showing posts with label Vacation. Show all posts
Showing posts with label Vacation. Show all posts

Thursday, 2 April 2015

Cisarua, Puncak, Bogor

29 Maret, 2015

Berawal dari gagalnya rencana ke Pulau Seribu karena suatu hal, maka untuk penggantinya mas Iwunn tiba-tiba ngapel ke rumah jam 7 pagi ngajak motoran. Setelah pertimbangan 2 tempat yang sama-sama jauh, akhirnya memutuskan puncak. Semoga cuaca cerah. Yeay. Kami siap-siap dan membekali diri.
Checklist :
Snack (biscuit, Siomay ikan tengiri buatan sendiri, Air mineral) √
Tongsis √
Payung √
Jaket √
Dan beberapa keperluan pribadi √

Berjalanlah kami mengendarai motor, mas Iwun sebagai pembaca peta karena aku sendiri adalah seseorang yang ga ahli bisa baca peta. Route dari Bintaro kami melewati Pamulang – Parung – Bogor sampe deh. Perjalanan sekitar 2 jam. Meskipun ada sedikit insiden.

Sampai di Bogor, aku bertanya kemana tujuan utama kita, ya karena aku belum tahu daerah puncak, barang kali ada semacam obyek wisata atau museum jadi kita spesifik ke daerah tertentu. Tapi ternyata ia menjawab “ga ada tujuan utama” zzzzz udah seneng-seneng diajakin jalan, tp jawabannya kadang masih suka bikin kesel hahaha. Gapapa, begitulah caranya hahaha.
Sambil masih duduk di jok belakang dan ia tetap mengendarai dengan gesit, akhirnya aku teringat sesuatu. Cimory !!! yeay, selain di Ungaran, Cimory pertama kali kan justru muncul di Bogor. Akhirnya kami menyepakati untuk ke Cimory dulu, dan baru selesai ngomong Cimory, eh di depan ada papan jalan 500m lagi Cimory. Waaaah, senengnya. Akhirnya kami belok di Cimory Riverside. 
Sumber : Kabarbogor.net
Taraaam, rame sekali, mungkin juga karena saat itu adalah weekend.

Di Cimory Riverside terdiri dari berbagai tempat, aliran sungai yang menambah nuansa sejuk jadi area yang pas buat mengabadikan momen. Selain itu ada Chocomory yang menyediakan berbagai jenis olahan coklat. Cimory restaurant. Cimory store yang menyediakan berbagai jenis oleh-oleh khas Cimory. Sanubari Batik yang terletak di lantai bawah, menyediakan berbagai baju dan kain batik. 
Ini di riverside-nya

Tuesday, 30 September 2014

Pantai Kijingan dan Pantai Banyutibo, Pacitan

Thursday, 31st of July 2014
Bercerita tentang perjalanan menuju Pacitan. Kali ini akan kita lewati berempat. Pagi ini, pukul 6 berangkat sendiri nyamperin teman baik ku sepanjang masa (aamiin), Mamen, panggil saja Manto, ke rumahnya. Sebelumnya pukul 05.30an aku udah berusaha nelp, but it’s so wasting time. Ketika sampai di rumahnya, benar saja ia belum bangun. Sudah kuduga.
Sampai pada cerita kita pergi menuju ke rumah si emas. Please, jangan pernah menjadikan makhluk seperti saya sebagai navigator atau sekedar menanyakan jalan. Maka kamu tidak akan pernah nyasar, hanya pastilah akan memilih jalan dan route yang lebih jauh. Aku sendiri menolak kata nyasar, tapi lebih suka menggunakan kata “milih jalan yang lebih jauh”. bukan nyasar, Cuma salah belok aja :D



Akhirnya sampai juga di rumah si emas. Sarapan, persiapan dan berangkat. Tujuan kita adalah ke Pantai Banyu Tibo terlebih dahulu. Another person call it Water Fall. Oke perjalanan dengan kendaraan paling keren sedunia, kebahagiaanku naik 70% jika si emas bawa Gembul haha, lebih dari itu bisa jadi mungkin dan mendekati pasti J

Tuesday, 23 September 2014

Kawah Sikidang Dieng

Kawah Sikidang terletak di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara. Seperti yang pernah saya ceritakan bahwa dataran tinggi Dieng ini dimiliki oleh 2 kabupaten, yakni Wonosobo dan Banjarnegara. Sementara Kawah Sikidang merupakan daerah bagian dari kabupaten Banjarnegara.

Letak geografisnya memang sangat dekat dengan posisi Telaga warna dan candi-candi di daerah Dieng, jadi untuk menuju obyek wisata ini bisa dilakukan dengan berjalan kaki.
Benar-benar pejalan :|

Saturday, 20 September 2014

Mengejar Golden Sunrise di Sikunir, Wonosobo

Sikunir ini terkenal dengan kedatangan matahari, bukan hanya Jepang aja dong yang punya matahari terbit yang keren, di Indonesia juga punya, tepatnya di Sikunir. Selain Gunung Prau, kita bisa menikmati Golden Sunrise di Puncak Sikunir, Dieng, Wonosobo. Dataran tinggi Dieng ini memang memiliki pesona yang luar biasa.

Untuk menuju sampai di pelataran Sikunir, tidak ada kendaraan umum. Paling hanya sampai di daerah Telaga warna, jadi ketika kesini harus menggunakan kendaraan pribadi. Atau sewa kendaraan di daerah Dieng :D

Dan untuk menuju ke Sikunir ini tidak perlu cemas karena banyak penunjuk jalan yang terpasang, jika masih bingung bisa bertanya kepada penduduk sekitar. Penduduk sekitar di daerah Dieng sangat ramah dan baik hati :D yah, karena kita ga bisa mengandalkan GPS, susah signal men.

Telaga Warna, Telaga Pengilon, Dieng Wonosobo Jawa Tengah Indonesia

Wonosobo memang terkenal dengan keindahan alamnya, bahkan saking eloknya ada sebuah buku yang mengupas dan menyebutkan bahwa Wonosobo adalah Negri Saba yang diceritakann sebagai negri makmur yang kaya.

Keindahannya memang tak perlu dipertanyakan lagi, selain Gunung Prau, di sini ada Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan banyak potensi alam lainnya. Telaga warna, kawah sikidang, candi Arjuna dan masih banyak candi-candi lain di sini. Dataran tinggi Dieng yang terletak di dua daerah antara Wonosobo dan Banjarnegara ini juga memanjakan para pemuja kuliner dengan berbagai olahan dan hasil alamnya. Salah satunya adalah mie Ongklok. 

Saturday, 9 August 2014

Gunung Prau

Berjalan akan memberi banyak pelajaran, banyak teman dan pengetahuan baru. Memperkaya diri atau sekedar memanjakan sebuah “kesenangan”. Lagi-lagi jangan tanyakan kenapa berjalan itu menyenangkan, yah karena ada seseorang yang kita sayangi itu jelas poin plusnya, namun jangan juga kau menanyakan kenapa aku suka pergi ke tempat seperti ini, kau coba sendiri dulu saja, baru nanti kau tau jawabannya. Percuma juga aku menjelaskan panjang lebar, kau coba saja. Nanti baru kau tau jawaban dari pertanyaan yang sering kau pertanyakan itu. Dan, berkomentarlah setelahnya J

Friday, 8 August 2014

Menuju Wonosobo

Long Distance Relationship, selalu memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. Tak ingin kehilangan setiap momen bersama. Dan waktu bertemu adalah suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu :D
Berencana bertemu dengan si emas di pertengahan, antara Jakarta dan Klaten, kita memilih Wonosobo. Menyusun rencana perjalanan, setelah 3 minggu dia prajab dan makan teratur yang sangat terkontrol :D Beserta 2 teman lainnya yang berasal dari Temanggung, kita akan segera jalan-jalaaaaaan.
Pagi ini, diantar oleh ayah paling ganteng sedunia dari rumah pukul 5.25 menuju stasiun Klaten, dan tibalah dengan selamat di stasiun klaten pukul 06.00 WIB, menunggu kereta prameks yang ingin bertolak ke jogja, akhirnya kereta berangkat pukul 06.07 dan tiba di jogja 06.44, di Lempuyangan. Di Lempuyangan, akhirnya menunggu abang paling baik dan keren sedunia, mas Heri. Yah mas Heri bakal nganter sampe Wonosobo, meeting point sama mas Pacar. Baik banget kan abangku yang satu ini :D.

Monday, 12 May 2014

Bersepeda, Solo-Tulung

May, 10th 2014
Hari ini NU (Numpang Urip) ditempat mantan. Iya mantan. Mantan kos-kosan :/ paginya nyari sarapan sama Makna (pake KKKK) berencana mau makan ketoprak belakang kampus UNS, kita bersepeda kesana, dan ternyata abang ketopraknya ga jualan. Akhirnya kita mengarah ke tahu kupat dekat lampu merah. Baru sesuap dua suap, gerobak ketopraknya lewat dengan gagahnya. Hyakdes, padahal udah ngidam banget pengen ketoprak. Oke baiklah belum rejeki L
Sepulang sarapan segeralah berkemas, merapikan baju bekal NU dan meninggalkan beberapa buku yang sekiranya memberatkan ketika digendong. Oke, perjalanan panjang akan segera dimulai. Action dulu sebelum mulai nggenjot perjalanan menuju ke barat. Badan fit, baju udah nyaman dan botol udah diisi penuh. Bismillah, berangkat dan semoga sampai dengan selamat.
Jadi begini ceritanya, bersepeda dari kos belakang UNS menuju rumah. Jarak ini berkisar 60 km. jika ditempuh dengan kecepatan normal kisaran 60km/jam bisa memakan waktu 1 jam dengan mengendarai kendaraan bermotor. Namun hari ini agaknya lain, karena kendaraan yang ditunggangi juga lain.

Wednesday, 23 April 2014

Taman Balekambang, Solo

17 April 2014

Berhubung hari ini ada yang pulang dari tanah rantau, sebagai wanita multitalent pagi ini pukul 4.30 WIB saya beralih profesi menjadi tukang ojek cantik Haha. Yah, dari Mojosongo menuju Stasiun Purwosari, Solo. Menjemput sosok berkumis tebal itu, bukan pak Raden, tapi memang Raden juga sih, Raden mas Iwun haha. Pagi-pagi buta, jalannya ternyata masih sepi, sempat rame ketika melewati pasar tradisional Mojosongo, tapi selepasnya dari situ, kendaraan masih sangat jarang. Oke tetap melaju, aku suka deg-degan ! nagih ! Asal lolos dari deg-degan itu hehe

Sunday, 6 April 2014

Gunung Api Purba Nglanggeran

Nglanggeran, 29 Maret 2014.

Gunung Api Purba Nglanggeran ini terletak di  Desa Nglanggeran, Patuk Gunung Kidul. Yah, Gunung Kidul kaya akan keindahan alamnya. Begitu banyak tempat yang bisa dikunjungi di daerah yang terkenal “susah air” ini. Perlu sekitar 1,5 jam untuk tiba di sekretariat gunung Purba ini dari Klaten kota. Yah, jalannya cukup sempit dan menanjak untuk menuju obyek wisata Gunung Kidul ini. Jalur ini bisa dilalui melalui 2 route.
Prambanan, melalui rute pasar Prambanan, Piyungan, Bukit Bintang, Lurus, Radio GCD, pertigaan ada pos polisi belok kiri, sampai disini gunakan GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) untuk lokasi Nglanggeran karena sudah dekat.

Monday, 3 March 2014

Selo, Boyolali

Kapan sih long weekend kaya gini dateng ? waktu yang jarang banget begini ini dinikmati para pekerja dengan antusias, ga mau buang-buang waktu lagi buat aaa iiii uuu eee ooo. Gass aja deh mau kemana.
Okay, ada yang baru dengan tampilan sang maestro jalanan kali ini. Besi tua berbadan gemuk itu berubah warna jadi biru mengkilat yang cakep, secakep #uhuk yang ngebonceng. Haha
Kenalin nih, namanya Gembul. Perjalanan ini first test ride nya Gembul setelah di make-over lhoooo.
Captured by : Iwunn

Kali ini tujuan kita ke Selo,

Wednesday, 8 January 2014

Bromo, Malang 4 januari 2014

Sebelum waktumu habis terkikis untuk bekerja, maka berkelanalah :D ikuti kakimu, langkahkan dan jangan ragu. di luar kamu akan menemui banyak orang dan berbagai pengalaman yang tak kan terlupakan :)

Jum’at 3 Januari 2013 berangkat dari kos Widya Puri sehabis shalat jum’at, dengan sopir Iam dan 2 penumpang wanita, Nana dan Elsa. Kemudian kami menunggu penumpang lain di depan kampus UNS, Tira. Rencana awal memang berangkat jam 1.00 p.m tet, tapi nyatanya, ya begitulah. Kemudian setelah Tira datang, kami meluncur menyusuri jalan arah Jawa Timur dan mendatangi penumpang lain, Evi, Ya penyumbang asupan makanan terbesar. Karena yang bawa bekal dan prepare paling oke adalah dia. Asiik, ga salah ajak orang :D  makanan dan cemilan sepanjang perjalanan terpenuhi berkat Evi dan tas khusus nya yang berisi bekal bekal dan bekal.haha Thank you so much :D


Perjalanan ini mengarah ke daerah Blitar, tujuan kita memang istirahat dulu di Blitar, di rumah Bojes. Ku kira Blitar-Malang itu searah, tapi ternyata malah beda arah haha. Maklum buta peta. Oke, skip. Perjalanan ke Blitar ini seru, karena di jalan ban mobil kita kena semacam baut haha. Sebenarnya ga bocor, tapi tiap kali roda berputar suara menggelitik terdengar dari dalam mobil. Klitik-klitik. Haha. Akhirnya pak sopir memutuskan berhenti dan mencari tambal ban tubles. Ini dia baut yang menancap kuat di ban mobil.



Yang menarik dari perjalana menuju Blitar ini adalah navigator kita, bukan menggunakan GPS atau google map cui. Haha, tau ? yah, navigator kita adalah Bojes yang lagi bersantai di rumahnya. Entah makan apa itu anak, dia hapal sekali daerah dan nama-nama daerah menuju rumahnya. Ya, mungkin wajar karena sudah 4 tahun dia bolak balik dari Solo-Blitar. Tapi apa iya sampai hapal nama-nama warung yang ada cewek cantiknya, yang ada anak cewek cantiknya dan nama anak penjual. Duh gusti. Dan detail banget dia mengingat belokan jalan dan nama daerahnya, padahal itu masih sangat-sangat jauh dari rumahnya. Ini salah satu yang aku copy dari obrolan di whatsapp dari si Bojes, 

Monday, 30 December 2013

Mount Papandayan, Garut

Ketidaksengajaan ini yang sering meracuni otakku, meracuni pikiran dan asaku.

Tanggal 7 Desember tepat saat celebration kelulusanku, aku bahagia :D
Sorenya sekeluarga langsung menuju Jakarta karena tgl 8 Desember sepupuku nikah di daerah Pondok Pinang, dan ternyata minggu berikutnya ada godaan ngetrip hiking ceria ke Gn. Papandayan oleh temenku, ia sebagai EO acara itu. Kebetulan sekali posisiku juga di Jakarta, okelah. Racun itu mulai merasuki otakku.
Tiba tepat 6 hari pasca wisuda, tgl 13 Desember 2013 ba’da Ashar aku berangkat dari rumah mbak Rissa menuju St. Pasar Senen. Dengan ransel dan matras yang menempel dipunggungku, selalu ada cerita tersendiri tiap kali tas besar dan matras menggantung dipunggungku. Dari rumah mbak Rissa aku naik angkot kemudian lanjut dengan Commet dari st. Sudimara-St. Tanah Abang, kemudian transit dan berganti Commet jurusan St. Sentiong, dan naik Commet lagi ke St. Pasar Senen. Ribet ya, padahal dr St. Tanah abang itu melewati St. Senen, tapi emang ga langung berhenti, jadi ya memang harus begitu. FYI aja kalo dari arah St. Senen bisa langsung ke St. Tanah abang tanpa transit kok, naik Commet yang arah Depok, Bogor.
Oke, sesampai di St. Pasar Senen sore jam5, hujan deras mengguyur ibukota. Dan aku masih santai berdiri dibawah teras St. Pasar Senen menunggu seseorang menjemput. Akhirnya setelah dari St. Pasar Senen aku diturunkan di Masjid Kemenkeu, hujan masih turun rintik-rintik, tapi raincoat cukup melindungi kami dari terpaan hujan.

Oke, sesampai di masjid Kemenkeu aku duduk sendiri sembari menunggu adzan maghrib. Selesai shalat maghrib aku duduk di teras masjid bersama perlengkapanku. Ada sosok gadis mungil datang dan duduk tepat di depanku lengkap dengan carrier dan jaket tebalnya. Tanpa basa basi ku sapa dan kutanya “rombongannya Iwun ?” oke, seketika mengalir saja obrolan kami sampai adzan isya’ berkumandang. Selesai shalt isya’ sudah ada beberapa orang berkumpul di teras masjid dengan carrier yang bombastis besarnya, haha. Tas dipunggung yang satu ini memang sebagai pertanda rombongan kita.
Waktu itu rombongan diberangkatkan

Sunday, 29 December 2013

29 September 2013 Yofen's club Drini - Sundak2 - Sundak 1 - Indrayanti - Pok Tunggal.

Gerakan ombak tak pernah sekalipun mengingkari perintah-Nya
Birunya laut tak pernah luput dari pengaturan-Nya
Desir angin di tepian pantai mengikuti iringan ketetapan-Nya
Tak ada satupun yang luput,
Detail dan jeli, semua dibawah kendali dan kekuasaan-Mu ya Rabbi.

Berawal dari telah sidangnya Nana dan Tira, 2 bimbingan ibu Yofentina Iriani. Maka kita memutuskan untuk pergi piknik ke pantai bersama-sama. Pagi itu bersama semua anak bimbingan bu Yofen kecuali cak Nuril. Naik mobil menyusuri jalanan Solo-Sukoharjo-Gunung Kidul dan riang gembira menuju pantai. First destination kita milih ke Pantai Drini. (:kemesraan ini janganlah cepat berlalu)

Oke, share picture langsung aja :D

Drini - Sundak2 - Sundak 1 - Indrayanti - Pok Tunggal. 

Drini